Dalam pendekatan "tiga cabang", Jerman akan meningkatkan dukungan untuk energi terbarukan.

20-10-2022

    Komisi Eropa telah menyetujui tiga langkah tambahan untuk mendukung pemasangan dan adopsi energi terbarukan yang lebih banyak di Jerman berdasarkan aturan bantuan negara Uni Eropa.


    Ini termasuk mengubah struktur pembayaran tender untuk mendorong inovasi dari premi pasar tetap menjadi premi pasar variabel yang berfluktuasi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa fasilitas pembangkit listrik tidak menerima kompensasi berlebihan untuk daya yang mereka hasilkan ketika harga listrik tinggi. Pembangkit listrik akan menerima premi pasar di atas harga pasar.


    Namun, di bawah model premi pasar tetap yang asli, premi tetap tidak berubah meskipun harga energi naik atau turun, yang menyebabkan kompensasi berlebihan bagi produsen listrik. Premi pasar geser, yang didasarkan pada perubahan harga pasar, menjembatani kesenjangan antara biaya pembangkitan listrik dan harga pasar.


    Jerman juga akan memperkenalkan insentif keuangan bagi konsumen untuk berinvestasi dalam sistem PV atap kecil guna mendorong lebih banyak daya diekspor ke jaringan listrik, daripada membatasi pengguna pada konsumsi sendiri.


    Jerman berencana untuk mengadakan putaran tender PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) yang dipasang di tanah dan di atap lagi tahun ini untuk mendapatkan lebih banyak tenaga surya. Langkah ini merupakan respons terhadap kurangnya peminat dalam dua putaran tender sebelumnya tahun ini. Lelang pada bulan Juli tahun ini mengalami kekurangan peminat, dengan hanya 714 MW sistem PLTS yang ditenderkan, dari kapasitas yang direncanakan sebesar 1,126 GW.


    Jadi, berdasarkan aturan baru, jika jumlah penawar tidak mencukupi, semua penawaran akan diberikan sesuai harga yang ditawarkan.


     Ketiga langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat komitmen Jerman terhadap mekanisme berbasis pasar untuk mendukung produksi listrik ramah lingkungan, dengan menyediakan langkah-langkah yang disesuaikan untuk penerapan berbagai sumber energi terbarukan.


     Ketiga langkah ini diharapkan dapat melengkapi Undang-Undang Energi Terbarukan Jerman dan lebih lanjut berkontribusi pada pencapaian tujuan lingkungan Jerman dan tujuan strategis Uni Eropa yang terkait dengan Kesepakatan Hijau Uni Eropa (EU Green Deal).


     Margrethe Vestager, Wakil Presiden Eksekutif untuk Kebijakan Persaingan di Komisi Eropa, berkomentar, "Langkah-langkah baru ini akan mencegah kompensasi berlebihan kepada pembangkit listrik selama periode harga listrik tinggi dan membantu meningkatkan stabilitas jaringan. Langkah-langkah tambahan ini akan semakin memperkuat target program RUU Energi Terbarukan sekaligus membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendukung tujuan Kesepakatan Hijau Uni Eropa."


    Berdasarkan undang-undang yang disahkan oleh Bundestag, Jerman harus menghasilkan lebih dari 80 persen listriknya dari sumber energi terbarukan pada tahun 2030 untuk menjamin keamanan energi. Selain itu, Jerman berencana untuk memasang sistem PV sebesar 215 GW pada tahun 2030.




    Berita ini bersumber dari: Mercomindia

Dapatkan harga terbaru? Kami akan merespons sesegera mungkin (dalam 12 jam)

Rahasia pribadi