Peta jalan energi terbarukan Israel menargetkan kapasitas terpasang tenaga surya sebesar 17 GW pada tahun 2030.

Israel berencana untuk meningkatkan penggunaan energi surya sebagai bagian dari strategi pemerintah baru yang dirancang untuk menempatkan negara itu pada jalur yang tepat agar 30% pembangkit listriknya berasal dari energi terbarukan pada tahun 2030.
Setelah mengerahkan 3.591 MW tenaga surya hingga akhir tahun 2021, angka tersebut akan melonjak menjadi 9.800 MW pada tahun 2025 dan 17.145 MW pada akhir dekade ini berdasarkan peta jalan baru yang diterbitkan oleh otoritas listrik dan kementerian energi Israel kemarin.
Strategi ini menyoroti perlunya mengeksplorasi agrivoltaik, meningkatkan infrastruktur jaringan, dan mendorong pemerintah daerah untuk membangun pembangkit energi terbarukan baru.
Pemerintah sebelumnya menetapkan target sementara untuk menghasilkan 20% listrik Israel dari energi terbarukan pada akhir tahun 2025, sementara mereka juga berjanji untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050.
Menurut peta jalan tersebut, infrastruktur jaringan yang signifikan serta fasilitas penyimpanan energi baru akan dibutuhkan seiring dengan semakin banyaknya energi surya yang beroperasi, dan juga menyoroti keterbatasan lahan untuk proyek-proyek baru sebagai tantangan dalam mencapai target energi terbarukan.
Strategi tersebut juga memperingatkan bahwa desentralisasi kekuasaan antara kementerian yang berbeda dapat mempersulit penetapan kebijakan energi terbarukan di negara tersebut.
Menurut Administrasi Perdagangan Internasional AS, Israel hanya menghasilkan 6% listriknya dari sumber energi terbarukan pada tahun 2020. Administrasi tersebut menyebutkan bahwa hambatan birokrasi, kurangnya sumber daya lahan, dan infrastruktur transmisi yang belum berkembang dari lokasi pembangkitan yang terpencil sering disebut sebagai faktor yang menjelaskan penggunaan energi terbarukan yang lebih rendah dari perkiraan di negara tersebut.
Berdasarkan rencana Israel, 70% pembangkit listrik negara itu akan berasal dari gas alam pada tahun 2030.
Berita ini bersumber dari: PV TECH




